BANGUNAN HEMAT ENERGI


Bangunan Hemat Energi
Seiring dengan isu berkembangnya global warming,kesadaran manusia untuk menjaga bumi terus meningkat,manusia semakin sadar bahwa ekstensinya tidak mungkin lepas dari dukungan sumber daya alam sekitarnya.sumber daya alam pada dasarnya di bedakan menjadi sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan yang tidak dapat diperbaharui.listrik adalah salah satu bentuk energi yang paling dibutuhkan oleh manusia.segala kegiatan dan sebagian besar perabotan manusia sudah memakai energi listrik.sampai saat ini,khususnya di Indonesia,masih mengandalkan bahan bakar fosil untuk memproduksinya.hal ini menjadikan energi listrik sebagai bagian dari sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui.pertumbuhan properti,khususnya rumah tinggal diperkotaan padat penduduk indonesia,seperti rumah bertipe townhouse berkembang menjadi tren.pada umumnya rumah bertipe ini dibangun berdempetan sehingga kurangnya pencahayaan alami dari matahari pada waktu pagi maupun pada waktu sore hari.hal ini berdampak pada penggunaan cahaya buatan walaupun di siang hari.
Penghematan energi bisa dilakukan lewat berbagai cara, diantaranya dengan merancang bangunan hemat energi. Rancangan bangunan hemat energi terutama mengarah pada penghematan penggunaan listrik.Dengan strategi perancangan tertentu, bangunan dapat memodifikas menjadi ruangan yang nyaman tanpa banyak mengonsumsi energi listrik. Kebutuhan energi per kapita dan nasional dapat ditekan jika secara nasional bangunan dirancang dengan konsep hemat energi semacam ini.
Contohnya di sekolah menengah negeri kejuruan 13 yang bertempat di kota Bandung, kami mempunyai gedung sekolah yang dalam hal pencahayaan bisa menggunakan cahaya matahari sebagai sumbernya.
”lab Micro Biologi mendapat pencahayaan yang cukup pada waktu pagi hari maupun sore hari”ujar Prastika Nur Ramadani,siswi analis kimia 13.
Adapun bangunan disekolah kami yang kurang pencahayaan,yang terletak diwilayah bangunan lama.disana keadaannya sangat kurang pencahayaan dari sinar matahari,jadi diruangan tersebut untuk pencahayaan harus dibantu oleh lampu,meskipun pada siang hari dan itu termasuk pemborosan listrik.jika dihitung:
Seiring dengan isu berkembangnya global warming,kesadaran manusia untuk menjaga bumi terus meningkat,manusia semakin sadar bahwa ekstensinya tidak mungkin lepas dari dukungan sumber daya alam sekitarnya.sumber daya alam pada dasarnya di bedakan menjadi sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan yang tidak dapat diperbaharui.listrik adalah salah satu bentuk energi yang paling dibutuhkan oleh manusia.segala kegiatan dan sebagian besar perabotan manusia sudah memakai energi listrik.sampai saat ini,khususnya di Indonesia,masih mengandalkan bahan bakar fosil untuk memproduksinya.hal ini menjadikan energi listrik sebagai bagian dari sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui.pertumbuhan properti,khususnya rumah tinggal diperkotaan padat penduduk indonesia,seperti rumah bertipe townhouse berkembang menjadi tren.pada umumnya rumah bertipe ini dibangun berdempetan sehingga kurangnya pencahayaan alami dari matahari pada waktu pagi maupun pada waktu sore hari.hal ini berdampak pada penggunaan cahaya buatan walaupun di siang hari.
Penghematan energi bisa dilakukan lewat berbagai cara, diantaranya dengan merancang bangunan hemat energi. Rancangan bangunan hemat energi terutama mengarah pada penghematan penggunaan listrik.Dengan strategi perancangan tertentu, bangunan dapat memodifikas menjadi ruangan yang nyaman tanpa banyak mengonsumsi energi listrik. Kebutuhan energi per kapita dan nasional dapat ditekan jika secara nasional bangunan dirancang dengan konsep hemat energi semacam ini.
Contohnya di sekolah menengah negeri kejuruan 13 yang bertempat di kota Bandung, kami mempunyai gedung sekolah yang dalam hal pencahayaan bisa menggunakan cahaya matahari sebagai sumbernya.
”lab Micro Biologi mendapat pencahayaan yang cukup pada waktu pagi hari maupun sore hari”ujar Prastika Nur Ramadani,siswi analis kimia 13.
Adapun bangunan disekolah kami yang kurang pencahayaan,yang terletak diwilayah bangunan lama.disana keadaannya sangat kurang pencahayaan dari sinar matahari,jadi diruangan tersebut untuk pencahayaan harus dibantu oleh lampu,meskipun pada siang hari dan itu termasuk pemborosan listrik.jika dihitung:
5 Lampu berdaya 20 watt.
Total untuk 5 lampu adalah 100 watt. Lama waktu pemakaian per harinya adalah sekitar 12 Jam, dari pukul 18:00 sore sampai pukul 6:00 pagi. Jadi total pemakaian listrik selama satu jam adalah 12 jam dikalikan 100 watt, 12 x 100= 1200 watt jam, atau dalam dunia kelistrikan di sebut dengan satuan watt hour. Untuk perhitungan daya listrik PLN pemakaian satuannya dalam kWh atau Kilo watt hour atau 1000 watt hour. Oleh karena itu untuk menentukan nilai KWHnya maka setiap nilai watt Hour harus dibagi 1000. Dalam contoh ini pemakaian daya listriknya adalah 1200/1000= 1,2 kWh.
Total pemakaian perbulan adalah 1,2 x 30 hari = 36 kWh.
Total untuk 5 lampu adalah 100 watt. Lama waktu pemakaian per harinya adalah sekitar 12 Jam, dari pukul 18:00 sore sampai pukul 6:00 pagi. Jadi total pemakaian listrik selama satu jam adalah 12 jam dikalikan 100 watt, 12 x 100= 1200 watt jam, atau dalam dunia kelistrikan di sebut dengan satuan watt hour. Untuk perhitungan daya listrik PLN pemakaian satuannya dalam kWh atau Kilo watt hour atau 1000 watt hour. Oleh karena itu untuk menentukan nilai KWHnya maka setiap nilai watt Hour harus dibagi 1000. Dalam contoh ini pemakaian daya listriknya adalah 1200/1000= 1,2 kWh.
Total pemakaian perbulan adalah 1,2 x 30 hari = 36 kWh.
3 lampu berdaya 14 watt, total daya adalah 42 watt
Total untuk 3 lampu adalah 42 watt. Lama waktu pemakaian per harinya adalah sekitar 12 Jam, dari pukul 18:00 sore sampai pukul 6:00 pagi. Jadi total pemakaian listrik selama satu jam adalah 12 jam dikalikan 42 watt, 12 x 42= 504watt jam, atau nilai kWh nya setara dengan 504/1000= 0,504 kWh.
Total pemakaian perbulan adalah 0,504KWH x 30 hari = 15,12 kWh.
2 lampu berdaya 7 watt, total daya adalah 14 watt
Total untuk 2 lampu adalah 14 watt. Lama waktu pemakaian per harinya adalah sekitar 12 Jam, dari pukul 18:00 sore sampai pukul 6:00 pagi. Jadi total pemakaian listrik selama satu jam adalah 12 jam dikalikan 14 watt, 12 x 14= 168watt jam, atau nilai kWh nya setara dengan 168/1000= 0,168 kWh.
Total pemakaian perbulan adalah 0,168KWH x 30 hari = 5,04 kWh
Total untuk 3 lampu adalah 42 watt. Lama waktu pemakaian per harinya adalah sekitar 12 Jam, dari pukul 18:00 sore sampai pukul 6:00 pagi. Jadi total pemakaian listrik selama satu jam adalah 12 jam dikalikan 42 watt, 12 x 42= 504watt jam, atau nilai kWh nya setara dengan 504/1000= 0,504 kWh.
Total pemakaian perbulan adalah 0,504KWH x 30 hari = 15,12 kWh.
2 lampu berdaya 7 watt, total daya adalah 14 watt
Total untuk 2 lampu adalah 14 watt. Lama waktu pemakaian per harinya adalah sekitar 12 Jam, dari pukul 18:00 sore sampai pukul 6:00 pagi. Jadi total pemakaian listrik selama satu jam adalah 12 jam dikalikan 14 watt, 12 x 14= 168watt jam, atau nilai kWh nya setara dengan 168/1000= 0,168 kWh.
Total pemakaian perbulan adalah 0,168KWH x 30 hari = 5,04 kWh
Sedangkan disekolah kami waktu penggunaan lampu -/+ 24 jam.maka sekolah dalam satu bulan menghabiskan daya listrik sebesar :
Jika menggunakan 5 lampu berdaya 20 watt.total 5 lampu adalah 100 watt. 24 x 100 = 2400 watt jam, atau dalam dunia kelistrikan di sebut dengan satuan watt hour. Untuk perhitungan daya listrik PLN pemakaian satuannya dalam kWh atau Kilo watt hour atau 1000 watt hour. Oleh karena itu untuk menentukan nilai KWHnya maka setiap nilai watt Hour harus dibagi 1000. Dalam contoh ini pemakaian daya listriknya adalah 2400/1000 = 2,4 kWh.
Total pemakaian perbulan adalah 2,4 x 30 hari = 72 kWh.
3 lampu berdaya 14 watt, total daya adalah 42 watt.
24 x 42= 1008 watt jam, atau nilai kWh nya setara dengan 1008/1000 = 1,008 kWh.
Total pemakaian perbulan adalah 1,008 x 30 hari = 30,24 kWh.
2 lampu berdaya 7 watt, total daya adalah 14 watt.
24 x 14= 336 watt jam, atau nilai kWh nya setara dengan 336/1000= 0,336 kWh.
Total pemakaian perbulan adalah 0,336 x 30 hari = 10,08 kWh
24 x 42= 1008 watt jam, atau nilai kWh nya setara dengan 1008/1000 = 1,008 kWh.
Total pemakaian perbulan adalah 1,008 x 30 hari = 30,24 kWh.
2 lampu berdaya 7 watt, total daya adalah 14 watt.
24 x 14= 336 watt jam, atau nilai kWh nya setara dengan 336/1000= 0,336 kWh.
Total pemakaian perbulan adalah 0,336 x 30 hari = 10,08 kWh
Maka dari itu untuk solusi untuk menghemat penggunaan lampu,yaitu dengan menggunakan lampu LED. Lampu LED adalah lampu varian baru yang bisa mencegah biaya listrik yang terlalu membludak.Bentuk lampu ini mirip dengan lampu bohlam, tapi tentu hadir dengan teknologi yang berbeda dan lebih canggih.Harganya memang lebih mahal dibandingkan lampu yang umum dijumpai, tapi manfaatnya luar biasa jika sudah menggunakannya. Biaya bulanan untuk rekening listrik bisa dipangkas sampai 40% dari penggunaan lampu biasa.
Maka dari pernyataan di atas,kita bisa menyimpulkan bahwa penggunaan lampu disekolah bisa dihemat mengguanakn lampu LED,maka dari itu pihak sekolah seharusnya lebih bijak dan cermat untuk masalah seperti ini supaya penggunaan lampu tidak boros dalam penggunaannya, dengan mengganti lampu, yang akan berdampak positif untuk kedepannya.
Diharapkan dengan langkah sederhana ini, dapat mengurangi sedikit penggunaan listrik dalam hal penerangan.dan yang kita tahu bahwa penggunaan lampu sangat dibutuhkann oleh manusia di seluruh dunia,maka dari itu kita harus menghemat penggunaan listrik agar anak cucu kita bisa menggunakannya kelak di masa depan nanti.
Sumber :
http://www.norisanto.com/listrik/berapa-sebenarnya-daya-listrik-yang-kita-pakai-sehari-hari-di-rumah/ (Diakses pada 23 September 2017)
http://www.norisanto.com/listrik/berapa-sebenarnya-daya-listrik-yang-kita-pakai-sehari-hari-di-rumah/ (Diakses pada 23 September 2017)
https://puteka85.blogspot.co.id/2015/06/berkat-lampu-led-biaya-listrik-di-rumah-bisa-dipangkas-lumayan/ (Diakses pada 23 September 2017)
http://integriti.web.id/2017/02/01/bangunan-hemat-energi-di-indonesia/ (diakses pada 20 september 2017)
http://integriti.web.id/2017/02/01/bangunan-hemat-energi-di-indonesia/ (diakses pada 20 september 2017)

0 komentar:
Posting Komentar