Kamis, 07 November 2019


PERUMAHAN DI ATAS MALL THAMRIN CITY
APAKAH SUDAH DI ATUR DALAM UNDANG-UNDANG?


Pada Selasa malam, 25 Juni 2019, sekitar pukul 20.25 WIB, sejumlah orang tampak beraktivitas di sana. "Iya, ada bangunan (perumahan) itu di sini di lantai 10," kata seorang petugas keamanan pada Selasa malam, 25 Juni 2019.

Jalanan perumahan itu rapi dengabn aspal mulus jalanan pinggirnya ditumbuhi pepohonan. Ada juga beberapa mobil yang pakir.

Siapa pengembangnya? Direktur Pemasaran PT Agung Podomoro Land Tbk, Agung Wirajaya, mengatakan satu unit rumah dibanderol Rp 1,5-2 miliar.
Agung menjelaskan, pembangunan perumahan bebarengan dengan didirikannya Thamrin City. PT Jakarta Realty selaku pengembang mendesain Thamrin City dilengkapi dengan hunian seperti apartemen dan rumah tapak alias landed. PT Jakarta Realty adalah perusahaan gabungan antara PT Agung Podomoro Land dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro), BUMD milik DKI.
Menurut dia, pengembang memanfaatkan lahan kosong di atas Thamrin City untuk disulap menjadi hunian. Salah satu pertimbangannya adalah masih ada warga yang ingin memiliki rumah tapak di tengah kota Jakarta. Melihat terbatasnya lahan di Ibu Kota, pengembang melihat potensi untuk membangun perumahan di atas Thamrin City.
namun dari keindahan bangunan perumahan di atas terdapat sebuah kritik yang di sampaikan oleh beberapa orang seperti :

dengan demikian dari tanggapan di atas bisa di simpulkan bahwa jenis kritik yang di sampaikan mengenai kritik normatif yang bersifat Advocatory  yaitu kritik yang mencoba mengarahkan kepada suatu topik yang di anggap perlu.













Sabtu, 12 Oktober 2019



KRITIK BANGUNAN 15 CLERKENWEEL




isi permasalahan di atas bawha keritikus ann pembroke menyatakan bahwa bangunan yang ada pada kawasan di daerah london mendapat predikat buruk karena berbedanya bentuk dan material yang di pakai dari pada bangunan pada umunya ada daerah tersebut, sehingga di sandang sebagai predikat buruk bangunan itu.




Senin, 06 Mei 2019


ASAKUSA CULTURE TOURIST INFORMATION CENTRE

DESKRIPSI BANGUNAN AMATAN
Di sebidang 326m2 di sudut Kaminari-mon Gate, yang menangani 234.13m2, proyek menyerukan program jamak yang mencakup pusat informasi wisata, ruang konferensi, ruang serbaguna akan mengakomodasi dan ruang pameran. Usulan Kengo Kuma & Associates adalah pusat informasi wisata yang terlihat seperti setumpuk rumah kecil dengan atap miring yang naik secara horizontal.
Delapan rumah susun membentuk kejutan bangunan dengan penemuan gerakan yang diperoleh dengan dikotomi antara struktur dan fasad, disorot oleh bahan yang digunakan untuk menekankan dampak visual pada lingkungan perkotaan.
Pusat Informasi Budaya dan Pariwisata dibangun di dekat gerbang luar kuil Budha kuno Senso-ji, dibangun pada abad keenam di Asakusa yang ramai. 2-18-9 Kaminarimon, Taito-ku, Tokyo, Jepang Anda.
Tidak seperti banyak distrik lain di kota metropolitan Tokyo, Asakusa masih mempertahankan jejak sejarahnya, dengan bangunan-bangunan yang berasal dari sebelum Mundial Perang Kedua. Digantikan lebih dari seabad, dari tahun 1840 hingga 1940-an, distrik Asakusa menginkubasi budaya lokal yang unik, Edo / Tokyo dalam kepentingan komersial dan hiburan yang tidak dibatasi. Mungkin di ACTIC, Pusat Informasi Turis Asakusa Culture adalah regenerasi andalan yang kembali ke distrik ini, jadi hadiah nobel untuk sastra Yasunari Kawabata digambarkan sebagai "campuran subur masa lalu dan sekarang, perpaduan budaya tinggi dan populer"
Desain Kuma Kengo tampaknya menjadi hasil melapiskan serangkaian rumah tradisional. Kayu adalah bahan yang mendefinisikan fasad, mengacu pada konstruksi tradisional Jepang tetapi dilakukan dengan cara kontemporer.
Di dalam Center ditafsirkan ulang kepekaan estetika Jepang, tetapi seluruh tumpukan, dikosongkan dan diisi ulang dengan bentuk sejarah itu sendiri berbicara tentang sensitivitas Kengo Kuma



BENTUK BANGUNAN
Di dalam bangunan delapan lantai, seseorang dapat membedakan permutasi siluet dari tempat tinggal vernakular Jepang: Machiya (rumah), Ageya (hiburan rumah) dan deretan rumah yang disebut Nagaya, untuk beberapa nama. Sebagai komposisi lapisan bertumpuk, Kuma mengambil apa yang seharusnya menjadi akumulasi terfragmentasi dan fasadnya menyembunyikan anggota vertikal panjang, reinterpretasi fasad kisi tradisional. Ini tidak hanya memberikan gambaran ringkas tentang konstruksi secara umum, tetapi dengan lembut menerangi jalannya.
Konstruksinya pada dasarnya adalah campuran baja, kayu dan kaca. Lama cedar menaungi masing-masing dari empat dinding tanaman tirai berlapis ganda, berjarak berbeda, tergantung pada naungan atau privasi yang dibutuhkan oleh kamar interior.
9

Permukaan bagian dalam bangunan juga dilapisi dengan berbagai kayu, bergelombang, horisontal di dinding timur lantai dua, menyembunyikan laci, atau papan kayu ek di tanah.Di setiap atap miring yang mencakup berbagai tingkat pelat baja digunakan.
Sumber



Minggu, 10 Desember 2017


MATERIAL BAHAN BANGUNAN RAMAH LINGKUNGAN

 

Pemanfaatan material bekas atau sisa untuk bahan renovasi bangunan juga dapat menghasilkan bangunan yang indah dan fungsional. Kusen, daun pintu atau jendela, kaca, teraso, hingga tangga dan pagar besi bekas masih bisa dirapikan, diberi sentuhan baru, dan dipakai ulang yang dapat memberikan suasana baru pada bangunan. Lebih murah dan tetap kuat.

Material ramah lingkungan memiliki kriteria sebagai berikut;

a. tidak beracun, sebelum maupun sesudah digunakan

b. dalam proses pembuatannya tidak memproduksi zat-zat berbahaya bagi lingkungan

c. dapat menghubungkan kita dengan alam, dalam arti kita makin dekat dengan alam karena kesan alami dari material tersebut (misalnya bata mengingatkan kita pada tanah, kayu pada pepohonan)

d. bisa didapatkan dengan mudah dan dekat (tidak memerlukan ongkos atau proses memindahkan yang besar, karena menghemat energi BBM untuk memindahkan material tersebut ke lokasi pembangunan)

e. bahan material yang dapat terurai dengan mudah secara alami

Material yang ramah lingkungan menurut kriteria diatas misalnya; batu bata, semen, batu alam, keramik lokal, kayu, dan sebagainya. Ramah lingkungan atau tidaknya material bisa diukur dari kriteria tersebut atau dari salah satu kriteria saja, seperti kayu yang makin sulit didapat, tapi bila dipakai dengan hemat dan benar bisa membuat kita merasa makin dekat dengan alam karena mengingatkan kita pada tumbuh-tumbuhan.

Semen, keramik, batu bata, aluminium, kaca, dan baja sebagai bahan baku utama dalam pembuatan sebuah bangunan berperan penting dalam mewujudkan konsep bangunan ramah lingkungan.

Untuk kerangka bangunan utama dan atap, kini material kayu sudah mulai digantikan material baja ringan. Isu penebangan liar (illegal logging) akibat pembabatan kayu hutan yang tak terkendali menempatkan bangunan berbahan kayu mulai berkurang sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan terhadap penebangan kayu dan kelestarian bumi. Peran kayu pun perlahan mulai digantikan oleh baja ringan dan aluminium.

Baja ringan dapat dipilih berdasarkan beberapa tingkatan kualitas tergantung dari bahan bakunya. Rangka atap dan bangunan dari baja memiliki keunggulan lebih kuat, antikarat, antikeropos, antirayap, lentur, mudah dipasang, dan lebih ringan sehingga tidak membebani konstruksi dan fondasi, serta dapat dipasang dengan perhitungan desain arsitektur dan kalkulasi teknik sipil.

Kusen jendela dan pintu juga sudah mulai menggunakan bahan aluminium sebagai generasi bahan bangunan masa datang. Aluminium memiliki keunggulan dapat didaur ulang (digunakan ulang), bebas racun dan zat pemicu kanker, bebas perawatan dan praktis (sesuai gaya hidup modern), dengan desain insulasi khusus mengurangi transmisi panas dan bising (hemat energi, hemat biaya), lebih kuat, tahan lama, antikarat, tidak perlu diganti sama sekali hanya karet pengganjal saja, tersedia beragam warna, bentuk, dan ukuran dengan tekstur variasi (klasik, kayu).

Bahan dinding dipilih yang mampu menyerap panas matahari dengan baik. Batu bata alami atau fabrikasi batu bata ringan (campuran pasir, kapur, semen, dan bahan lain) memiliki karakteristik tahan api, kuat terhadap tekanan tinggi, daya serap air rendah, kedap suara, dan menyerap panas matahari secara signifikan.

Kehalusan permukaan dan warna bahan bangunan sangat menentukan iklim mikro di sekitar bangunan, warna cerah dan permukaan licin adalah pemantul sinar matahari yang baik dan menaikkan suhu sekitar. Warna gelap dan permukaan kasar akan membantu meredam dan menyerap sinar dan panas matahari. Bahan bangunan berpori mudah meluncurkan panas dan meluncurkannya kembali jika suhu udara disekitarnya menurun. Sangat bijaksana jika memanfaatkan bahan-bahan bangunan alami seperti aslinya untuk pelapis dinding dan lantai luar.

Berikiut adalah contoh contoh pemanfaatan bahan bangunan alami (ramah lingkungan):

·         GENTENG SEJUK
Description: Hasil gambar untuk GENTENG SEJUK

Genteng semen ijuk adalah genteng beton yang dibuat  dengan  campuran pasir, semen dan ijuk sebagai bahan pengisi.

Manfaat

·         Menunjang program pembangunan RS/RSS dan Rusun
·         Menciptakan lapangan kerja
·         Digunakan sebagai penutup atap
Spesifikasi Teknis
 Bahan baku 
:
 semen + ijuk + pasir
 Ukuran
:
 38 x 23 1.2 cm
 Berat
:
 2.5 kg/bh
 Beban Lentur 
:
 80 kg/cm2
·         PANEL SERAT TEBU
Description: Hasil gambar untuk PANEL SERAT TEBU

Pengembangan bahan bangunan dari limbah tebu menjadi papan serat tebu

Manfaat

·         Menunjang program pembangunan RS/RSS dan Rusun
·         Mengurangi pencemaran lingkungan
·         Menciptakan lapangan kerja
·         Digunakan untuk langit-langit dan dinding partisi non-struktural
Spesifikasi Teknis
 Bahan baku
 :
 ampas tebu + semen
 Ukuran
 :
 240 x 60 x 2.5 cm
 Kuat Lentur
 :
 40 – 50 kg/cm2

 

·         PANEL SEKAM PADI
Description: Hasil gambar untuk PANEL SEKAM PADI

Salah satu pengembangan bahan bangunan dari limbah sekam padi menjadi Papan Sekam Padi

Manfaat

·         Menunjang program pembangunan RS/RSS dan Rusun
·         Mengurangi pencernaran lingkungan
·         Menciptakan lapangan kerja
·         Digunakan untuk langit-langit dan dinding partisi non-strukutral
Proses Pembuatan

 

Sekam padi direndam dalam air atau dapat langsung digiling, dicampur dengan semen,dicetak dengan alat manual. Proporsi campuran = 1 semen : 4 sekam padi atau maksimum 20%


·         SAWIT BLOCK

Description: Hasil gambar untuk SAWIT BLOCK

Pengembangan bahan bangunan dari limbah SAWIT menjadi Conblock.

Manfaat

·         Menunjang program pembangunan RS/RSS dan Rusun
·         Mengurangi pencemaran lingkungan
·         Menciptakan lapangan kerja
·         Digunakan untuk dinding partisi non-struktural
Spesifikasi Teknis
 Komposisi camp.
 :
 1 PC : 6 Agregat ( 20% Limbah + 80% Pasir)
 Ukuran
 :
 8 x 20 x 40 cm
 Kuat Lentur
 :
 25 kg – 35 kg / cm2

·      

 

 

Papercrate (kertas bekas sebagai bahan dinding)

Kertas bekas yang dimaksud disini adalah berupa kertas yang mempunyai tekstur kasar seperti kertas Koran atau kardus, yang dihancurkan menjadi semacam bubur kertas dan diolah lagi menjadi bata kertas agar dapat digunakan untuk penggunaan lebih lanjut sebagai material bahan bangunan.

SPESIFIKASI KERTAS BEKAS (PAPERCRATE)

· Mempunyai massa dan berat yang sangat ringan

· Bersifat lembek, sehingga mudah dibentuk

· Cukup kuat dalam menahan gaya vertikal

· Mempunyai bentuk yang ramping, sehingga memudahkan dalam pengemasan dan distribusinya

KELEBIHAN PENERAPAN KERTAS BEKAS (PAPERCRATE) PADA DINDING

·         Mampu menyerap panas
·         Meredam suara / kebisingan
·         Tidak mengandung racun
·         Biaya produksi murah
·         Daya kering yang cepat
·          
·         Penggunaan semen yang sedikit.

 Linoleum: Bahan Pelapis Lantai Ramah Lingkungan

            Sebagai bahan lantai, jika tak lagi dibutuhkan, Linoleum   mudah diurai kembali oleh tanah, alias ramah lingkungan. Inilah yang  menjadi salah satu kelebihannya. Standar Eropa yang ketat tentang material ramah lingkungan membuat bahan ini dipergunakan sebagai salah satu alternatif pilihan para desainer. Syarat yang ketat itu bisa dipenuhi oleh bahan pelapis Linoleum ini. Ada satu hal penting juga yang menjadi keunggulan, yaitu daya tahannya terhadap  panas, dan tahan terhadap api lebih baik dari  plastik dan kain.

            Linoleum, bahan yang terbuat dari bahan alami yang terukur dan dihasilkan dari sumber daya yang bisa diperbaharui. Terdapat setidaknya enam bahan utama, linseed oil, rasin, woodfloor, limestone, pigment, jute . Linoleum pada produk lantai terbagi menjadi tiga bentuk produk, yakni marmoleum yang menampilkan motif-motif warna dan corak alami, artoleum yang menampilkan corak kayu, dan Walton yang menghasilkan corak-corak yang memiliki tekstur.

·       

TEMPURUNG KELAPA 

Salah satu bagian pohon kelapa yang pada saat ini belum banyak digunakan adalah tempurung kelapa (batok) kelapa. Tempurung kelapa yang banyak dijumpai di pasar-pasar tradisional dari sisa pemecahan buah kelapa saat ini sebagian besar digunakan sebagai bahan bakar. Sebenarnya, tempurung kelapa (atau sisa berupa pecahan-pecahan) dapat ditingkatkan kualitasnya menjadi bahan yang lebih bermanfaat dibanding hanya sebagai bahan bakar saja. Oleh karena itu melalui rekayasa yang tepat, maka tempurung kelapa dapat dibentuk menjadi mozaik ubin bahan bangunan yang antik, unik, alami dan menarik 

 

SPESIFIKASI TEMPURUNG KELAPA

·         Mempunyai bentuk asli berupa serat – serat serabut 
·         Cukup empuk dan hangat 
·         Bersifat sedikit tembus pandang sehingga terlihat pengisinya
·         Mampu menyerap panas 
·         Cukup baik untuk aplikasi akustik (menyerap bunyi karena rongga pada serat)
·         Tahan air 
Bahannya elastis, tersusun dari material anorganik dan organik. Pilihan warna dan ragam yang banyak memberi keuntungan untuk desain-desain masa kini. Bahan pelapis lantai ini populer di Eropa. Banyak pilihan warna dan desainnya. Produk ini bisa menjadi alternatif bahan untuk lantai rumah kita, lantai area komersial, bahkan rumah sakit karena mudah dipasang, dirawat, dan dibersihkan. Untuk memasangnya hanya butuh permukaan rata seperti lantai semen, lalu diberi perekat khusus. Kalau mau afdol, perekatnya juga pakai  yang  ramah lingkungan.  



Jaw'sArsitek18

KOMPUTER ARSITEKTUR (kosultan asritektur)

FTSP UG 2016

http://www.gunadarma.ac.id/id/pages/id-fakultas.html
Diberdayakan oleh Blogger.
Powered By Blogger

MAHASISWA ARSITEKTUR 2016

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

About

GUNADARMA UNVERSITY

http://www.gunadarma.ac.id/

Popular Posts

Blog Archive