Rabu, 18 Januari 2017




KONSEP PERANCANGAN POS SATPAM
Gardu Jaga (Pos Satpam) merupakan salah satu wujud fisik yang mampu menyimbolkan karakter strata sosial penghuninya sekaligus karakter bentuk tematik dari lingkungan perumahan real estate tersebut. Sehingga, Gardu Jaga (Pos Satpam) yang akan Saya rancang ini mengandung prinsip-prinsip, sebagai berikut :
1. Memiliki ciri lingkungan Perumahan Real Estate sesuai dengan bentuk tematik bangunan rumahnya,
2. Memiliki ciri strata sosial penghuni yang tergolong menengah ke atas,
3. Memiliki fungsi yang lengkap, baik dalam konteks kualitas maupun kuantitas,
4. Memiliki efek positif terhadap arsitektural lingkungan perumahannya
dibuatnya posa jaga yaitu sebagai simbol bawaha pada area tersebut memerlukan keamana yang signifikan biasanya ada para area sekolah, kantor, pabrik dan lain - lain.

Anggaran Biaya


Senin, 16 Januari 2017


PROFIL ARSITEK INDONESIA


Yusuf Bilyarta Mangunwijaya, Pr. (lahir di AmbarawaKabupaten Semarang6 Mei 1929 – meninggal di Jakarta10 Februari 1999 pada umur 69 tahun), dikenal sebagai rohaniwan, budayawan, arsitek, penulis, aktivis dan pembela wong cilik (bahasa Jawa untuk "rakyat kecil"). Ia juga dikenal dengan panggilan populernya, Rama Mangun (atau dibaca "Romo Mangun" dalam bahasa Jawa). Romo Mangun adalah anak sulung dari 12 bersaudara pasangan suami istri Yulianus Sumadi dan Serafin Kamdaniyah.

Arsitektur
Dalam bidang arsitektur, ia juga kerap dijuluki sebagai bapak arsitektur modern Indonesia. Salah satu penghargaan yang pernah diterimanya adalah Penghargaan Aga Khan untuk Arsitektur, yang merupakan penghargaan tertinggi karya arsitektural di dunia berkembang, untuk rancangan permukiman di tepi Kali CodeYogyakarta. Ia juga menerima The Ruth and Ralph Erskine Fellowship pada tahun 1995, sebagai bukti dari dedikasinya terhadap wong cilik. Hasil jerih payahnya untuk mengubah perumahan miskin di sepanjang tepi Kali Code mengangkatnya sebagai salah satu arsitek terbaik di Indonesia. Menurut Erwinthon P. Napitupulu, penulis buku tentang Romo Mangun yang akan diluncurkan pada akhir tahun 2011, Romo Mangun termasuk dalam daftar 10 arsitek Indonesia terbaik. 
Pendidikan
·         HIS Fransiscus Xaverius, Muntilan, Magelang (1936-1943)
·         STM Jetis, Yogyakarta (1943-1947)
·         SMU-B Santo Albertus, Malang (1948-1951)
·         Seminari Menengah Kotabaru, Yogyakarta (1951)
·         Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius, Mertoyudan, Magelang (1952)
·         Filsafat Teologi Sancti Pauli, Kotabaru, Yogyakarta (1953-1959)
·         Teknik Arsitektur, ITB, Bandung (1959)
·         Rheinisch Westfaelische Technische Hochschule, Aachen, Jerman (1960-1966)
·         Fellow Aspen Institute for Humanistic Studies, Colorado, AS (1978)

Biografi
Pada tahun 1936, Y. B. Mangunwijaya masuk HIS Fransiscus Xaverius, MuntilanMagelang. Setelah tamat di tahu 1943, dia meneruskan ke ke STM Jetis, Yogyakarta, di mana dia mulai tertarik pada Sejarah Dunia dan Filsafat. Sebelum sekolah tersebut dibubarkan setahun kemudian, dia aktif mengikuti kingrohosi yang diadakan tentara Jepang di lapangan Balapan, Yogyakarta. Pada tahun 1945, Y. B. Mangunwijaya bergabung sebagai prajurit TKR Batalyon X divisi III dan bertugas di asrama militer di Vrederburg, lalu di asrama militer di Kotabaru, Yogyakarta. Dia sempat ikut dalam pertempuran di AmbarawaMagelang, dan Mranggen. Setahun kemudia, dia kembali melanjutkan sekolahnya di STM Jetis dan bergabung menjadi prajurit Tentara Pelajar.
Setelah lulus pada 1947, Agresi Militer Belanda I melanda Indonesia sehingga Y. B. Mangunwijaya kembali bergabung dalam TP Brigade XVII sebagai komandan TP Kompi Kedu.
·         1948: Masuk SMU-B Santo Albertus, Malang
·         1950: Sebagai perwakilan dari Pemuda Katolik menghadiri perayaan kemenangan RI di alun-alun kota Malang. Di sini Mangun mendengar pidato Mayor Isman yang kemudian sangat berpengaruh bagi masa depannya.
·         1951: Lulus SMU-B Santo Albertus, melanjutkan ke Seminari Menengah Kotabaru, Yogyakarta.
·         1952: Pindah ke Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius, Mertoyudan, Magelang.
·         1953: Melanjutkan ke Seminari Tinggi. Sekolah di Institut Filsafat dan Teologi Santo Paulus di Kotabaru. Salah satu pengajarnya adalah Mgr. Albertus SoegijapranataSJ.
·         1959: 8 September ditahbiskan menjadi Imam oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Albertus SoegijapranataSJ. dan Melanjutkan pendidikan di Teknik Arsitektur ITB.
·         1960: Melanjutkan pendidikan arsitektur di Rheinisch Westfaelische Technische HochschuleAachenJerman.
·         1963: Menemani saat Uskup Agung Semarang, Mgr. Albertus SoegijapranataSJ meninggal dunia di Biara Suster Pusat Penyelenggaraan Ilahi di HarleenBelanda
·         1966: Lulus pendidikan arsitektur dan kembali ke Indonesia.
·         1967-1980: Menjadi Pastor Paroki di Gereja Santa Theresia, Desa Salam, Magelang; menjadi pelindung Kring Karitas Nandan; mulai berhubungan dengan pemuka agama lain, seperti Gus Dur dan Ibu Gedong Bagoes Oka; menjadi Dosen Luar Biasa jurusan Arsitektur Fakultas Teknik UGM; mulai menulis artikel untuk koran Indonesia Raya dan Kompas, tulisan-tulisannya kebanyakan bertema: agama, kebudayaan, dan teknologi. Juga menulis cerpen dan novel.
·         1975: Memenangkan Piala Kincir Emas, dalam cerpen yang diselenggarakan Radio Nederland.
·         1978: Atas dorongan Dr. Soedjatmoko, Romo Mangun mengikuti kuliah singkat tentang masalah kemanusiaan sebagai Fellow of Aspen Institute for Humanistic Studies, Aspen, Colorado, AS.
·         1980-1986: Mendampingi warga tepi Kali Code yang terancam penggusuran. Melakukan mogok makan menolak rencana penggusuran.
·         1986-1994: Mendampingi warga Kedung Ombo yang menjadi korban proyek pembangunan waduk.
·         1992: Mendapat The Aga Khan Award untuk arsitektur Kali Code.
·         1994: Mendirikan laboratorium Dinamika Edukasi Dasar. Model pendidikan DED ini diterapkan di SD Kanisius Mangunan, di Kalasan, Sleman, Yogyakarta.
·         1998 26 Mei: Menjadi salah satu pembicara utama dalam aksi demonstrasi peringatan terbunuhnya Moses Gatutkaca di Yogyakarta.
·         10 Februari 1999: Wafat karena serangan jantung, setelah memberikan ceramah dalam seminar Meningkatkan Peran Buku dalam Upaya Membentuk Masyarakat Indonesia Baru di Hotel Le Meridien, Jakarta.
Karya Arsitektur
·         Permukiman warga tepi Kali Code, Yogyakarta
·         Kompleks Religi Sendangsono, Yogyakarta
·         Gedung Keuskupan Agung Semarang
·         Gedung Bentara Budaya, Jakarta
·         Gereja Katolik Jetis, Yogyakarta
·         Gereja Katolik Cilincing, Jakarta
·         Markas Kowihan II
·         Biara Trappist Gedono, Getasan, Semarang
·         Gereja Maria Assumpta, Klaten
·         Gereja Katolik Santa Perawan Maria di Fatima Sragen
·         Gereja Maria Sapta Duka, Mendut
·         Gereja Katolik St. Pius X, Blora
·         Wisma Salam, Magelang
Penghargaan
·         Penghargaan Kincir Emas untuk penulisan cerpen dari Radio Nederland
·         Aga Khan Award for Architecture untuk permukiman warga pinggiran Kali Code, Yogyakarta [www.akdn.org/agency/akaa/fifthcycle/indonesia.html]
·         Penghargaan arsitektur dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) untuk tempat peziarahan Sendangsono.
·         Pernghargaan sastra se-Asia Tenggara Ramon Magsaysay pada tahun 1996


Rabu, 11 Januari 2017


INILAH BEBERAPA KARYA SKETHCUP SAYA


sebagai mahasiswa arsitektur memikirkan sebuah desain sangatlah penting, karena tidak hanya memikirkan sebuah keindahan pada suatu bangunan melainkan bagaimana bangunan itu akan terwujud dengan kokoh dan apik, karena pada dasarnya seorang arsitek akan bertanggung jawab pada sebuah desain yang telah dibuatnya.
Nah... inilah beberapa desain saya buat, maklum untuk seorang pelajar yang masih semester awal ini hanya sebuah pengenalan hehe... YUKKKK di lihat !!

1. GAZEBO




2. RUMAH SATU LANTAI


3. POS SATPAM




4. RUMAH SATU LANTAI (2)


6. DENAH RUMAH

nah.. itu beberapa karya skethcup saya.. masih butuh belajar lagi yang pasti!! 
jangan lupa follow instagram saya juga yah @j.wahyudi07 
karena di sana juga ada beberapa karya desan saya!








Interior Versi Jaw's Arsitek

Pada umumnya sebuah rumah yang bagus akan tampak indah jika memiliki interior yang bagus pula, dengan demikian saya akan memberikan kalian beberapa interior rumah seperti dapur dan kamar sebagai salah satu contoh, mungkin kalian sedang mencari inspirasi untuk desain rumah kalian, jadi apasalahnya untuk melihat-lihat .... YUuukkk !!!


Ini dia ruang dengan desain milimalis, sangat nyaman utntuk kalian yang ingin tinggal  sendiri atau hanya beberapa orang saja, dalam satu ruangan mampu menyisipkan kakar tidur tempat kerja, tempat nonto TV dan beberapa hiasan rumah... gimana tertarikkkk

berikutnya tempat makan dengan desain modern dan  unik di hiasi oleh peta dari kayu yang membuat ruangan terlihat elegan


siapa yang tidak mau memiliki ruangan keluarga seperti unik, seakligus terlihat elegan bisa untuk nonton atau makan kue mungkin...


Bersih,unik, inilah desain dapur modern ditata dengan rapih pastinya 


ruangan keluarga sekaligus ruang utuk bersantai dengan lighting yang artistik senantiasa membuat kita nyaman apabila berada disana



berikutnya tempat bersantai yang paling indah menurut saya desain simpel yang membuat amat kita akan takjub dengan sebuah arsitektur, penataan lampu dan dindimg yang amat apik sehingga terlihat elegan.

nahh itu dia beberapa interior rumah yang saya sarakan untuk kalian ,, ingat sebuah arsitektur akan indah jika kita tulus membuar bangunan itu, karena arsitektur akan berpikir unruk membuat tempat tinggal orang lain terlihat nyaman meskipun itu penjara sekalipun... selamat mencoba kawan!! lihat beberapa informasi di blog saya yah..!






lihat CV saya

Selasa, 10 Januari 2017

GAMBAR ESTETIKA BENTUK
UNIVERSITAS GUNADARMA
1TB03
 1. KOMPOSISI TITIK
JUDUL : ARJUNA


2.KOMPOSISI GARIS
JUDUL : FANTASI

3. KOMPOSISI BIDANG
JUDUL : KEASRIAN

4. KOMPOSISI GEMPAL TUNGGAL
JUDUL : TERPISAH

5.KOMPOSISI BIDANG JAMAK
JUDUL : MENGHITUNG WAKTU

6.JAMAK TUNGGAL WARNA
JUDUL : TERPISAH(2)

7. BIDANG WARNA
JUDUL : KEASRIAN(2)

8. BIDANG JAMAK WARNA
JUDUL :MENGHITUNG WAKTU (2)







Minggu, 08 Januari 2017

Cara Kerja Konsultan Perencana Arsitek

(tur) rumah tinggal mencerminkan bobot professionalismenya. Hasil kerja berkualitas amat dipengaruhi cara mengerjakannya. Arsitek bertanggung jawab terhadap seluruh isi gambar kerja yang dibuat. Terlebih saat digunakan di proyek pada masa pembangunan.
Ketentuan di gambar kerja sering perlu penyesuaian dan pengubahan di lapangan. Kedalaman dan tinggi pondasi merupakan item yang paling sering disesuaikan. Keras lembeknya tanah akan sangat berpengaruh pada struktur pondasi. Karena itu, ahli sipil bangunan boleh, bahkan harus, menghitung ulang ketentuan gambar sesuai kondisi tanah proyek.

Banyak lagi item di gambar kerja arsitektur perlu disesuaikan. Soal struktur teknis dan finishing akhir rumah tak kalah banyaknya mesti dilakukan pengubahan dari gambar awal. Nah jika demikian, lalu bagaimana tingkat akurasinya gambar kerja yang dibuat arsitek sebagai konsultan perencana? Kok masih perlu pengubahan?
DED berupa gambar kerja arsitektur lengkap memang telah mengatur hingga bagian teknis terkecil. Dan arsitek pun telah survei lapangan sebelum menggambar. Akan  tetapi yang namanya pengubahan di proyek bisa saja terjadi. Tak bisa dihindari sama sekali. Di sinilah perlunya gambar as built drawing dibuat. Demi terlaksananya gambar sesuai kondisi lapangan.
Atau pemilik proyek bisa mengontrak arsitek sebagai konsultan perencana untuk melakukan supervisi lapangan. Turut terlibat dan mengawasi pembangunan di proyek. Memastikan pengubahan gambar tak berakibat pengubahan konsep dasar rumah.

Sesekali, mari mengetahui cara kerja dan lingkup tanggung jawab arsitek konsultan perencana dalam merancang rumah dengan daftar pertanyaan beserta jawabannya:

1. Apa saja tanggungjawab arsitek dalam masa pembanguan rumah?

Tanggung jawab utama arsitek perencana rumah tinggal adalah memastikan gambarnya bisa digunakan untuk membangun rumah. Arsitek harus melakukan diskusi dan transformasi pemahaman ke bagian pelaksana pembangunan sedetail-detailnya. Tak boleh ada yang terlewat. Terutama soal penggunaan material bangunan.
Kalau diperlukan arsitek juga terlibat melakukan supervisi lapangan. Banyak manfaatnya kalau arsitek terlibat mengikuti kemajuan pekerjaan. Bisa mengarahkan langsung kalau terjadi penyempurnaan. Meskipun telah membuat gambar 3 D sebagai acuan visual, jauh lebih mantap kalau arsitek melihat langsung hasil gambarnya.

2. Kalau terjadi kekeliruan pekerjaan di lapangan itu sebenarnya tanggung jawab siapa?

Kalau gambarnya telah jelas dan rinci, kesalahan di lapangan tentu tanggung jawab pelaksana/kontraktor. Nah umpama kesalahan terjadi akibat pelaksana tak mampu memahami ketentuan teknis gambar maka arsitek bisa dimintai tanggung jawab sebatas menerangkan ulang. Tak lebih.
Lain soal kalau kesalahan pekerjaan diakibatkan tak tersedianya gambar, atau akibat gambar yang salah, maka murni itu tanggung jawab arsitek. Wajib bagi arsitek untuk memperbaiki atau membuat gambar susulan sebagai keharusan kontrak kerja dengan klien.

3. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Lazimnya, arsitek kompeten dan professional membuat spesifikasi teknis bangunan dalam lampiran gambar kerja. Menerangkan alternatif pilihan maupun ketentuan baku penggunaan matrial. Terutama kelas matrial yang bakal digunakan finishing. Meskipun begitu tak menjamin semua terlaksana persis.
Cara mengatasi kekeliruan pekerjaan di lapangan, kalau menyangkut struktur, tak ada toleransi. Harus dibongkar. Dibuat ulang sesuai ketentuan bakunya agar tak membahayakan. Kalau kesalahan tak fatal, akal cerdik arsitek banyak akal untuk mengatasi.

4. Saya punya tukang langganan di kampung, bisa tidak arsitek membantu mengarahkan saat 
pembangunan rumah?

Soal ini banyak terjadi di proyek kok. Arsitek perencana memberi pengarahan dan supervisi ke kepala tukang bukan kategori pemborong. Banyak sekali tukang berpengalaman berkemampuan kerja bagus, tukang bisanya punya ilmu titen (baca: hafalan). Terbentuk kemampuan kerjanya diproyek karena pengalaman. Berprinsip alah bisa karena biasa.
Asal nyambung dalam memahami gambar, cara lapangan tukang juga bisa diandalkan untuk membangun rumah. Catatannya, asal tingkat kerumitannya tidak sangat tinggi. Jika mau aman, sebaiknya pemilik proyek mempekerjakan pengawas lapangan berlatar ilmu teknik sipil. Agar tak was-was soal mutu bangunan.

5. Bagaimana cara memilih arsitek yang baik, apa kualifikasinya?

Kalau kualifikasinya normatif, ya pilih saja arsitek yang terdaftar sebagai anggota IAI. Bersertifikat dan kualifikasinya didapat dari pengujian asosiasi IAI tersebut. Terpercaya dan memenuhi syarat soal kemampuan. Kalau pendekatannya praktis, arsitek berkualifikasi baik bila ia berpengalaman. Pernah merancang beberapa rumah dengan ragam kesulitan berbeda. Dan hasilnya pun terbukti bagus.



KOMPUTER ARSITEKTUR (kosultan asritektur)

FTSP UG 2016

http://www.gunadarma.ac.id/id/pages/id-fakultas.html
Diberdayakan oleh Blogger.
Powered By Blogger

MAHASISWA ARSITEKTUR 2016

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

About

GUNADARMA UNVERSITY

http://www.gunadarma.ac.id/

Popular Posts

Blog Archive